Jumat, 12 Agustus 2011

Keistimewaan Bulan Ramadhan

keistimewaan ramadhan



Bulan Ramadhon telah hadir menjumpai kita. Sudah sepantasnya seorang Mukmin mengetahui kehormatan tamu ini dan menempatkannya sesuai kedudukannya.
Kedatangan bulan Romadhon dan berpuasa di dalamnya adalah nikmat Allah yang agung bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadits Rosululloh dari Abu Hurairah ra yang menuturkan, “Ada dua orang laki-laki dari negeri Qudha’ah yang masuk Islam di hadapan Nabi saw. Laki-laki yang pertama gugur sebagai syahid dalam peperangan bersama Rosululloh, sedang yang kedua wafat setahun sesudahnya. Tholhah bin ‘Ubaidillah (salah seorang sahabat yang utama) berkata, ‘Aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang mati syahid itu didahului oleh temannya ketika masuk surga, aku heran karenanya. Keesokan harinya aku sampaikan hal itu kepada Rosululloh. Beliau bersabda, ‘Apakah yang kalian herankan dari mimpi tersebut? Bukankah ia sempat berpuasa Romadhon setelah kematian temannya, ia pun telah sholat enam ribu rokaat atau sekian-sekian rokaat sholat sunnah?’. Para Sahabat menjawab, ‘Ya, benar!’. Maka Rosululloh bersabda, ‘Sesungguhnya perbedaan tingkatan antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi’.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani)
Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan secara spesifik dengan menurunkan Kitab-Nya yang teragung untuk umat termulia. Dengan keistimewaan ini, Allah swt mengkhususkan bulan Romadhon dengan firman-Nya, “(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)….” (QS. al-Baqoroh [2]: 185)

Tidak ada komentar: