Rabu, 16 Maret 2011

Surat Berantai Dari Arab Saudi

Kalo tidak salah ingat saya mendapat surat berantai ini sekitar tahun 1987 di Jakarta.Eh setelah saya cari di Google ternyata ada juga blog yang mengupas tentang masalah ini.Biasa aku copy paste.Hehehe..... 
  








Wasiat untuk  umat Islam seluruh dunia







Assalamualaikum.












Ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad S.A.W. iaitu Sheikh Ahmad  (Saudi Arabia)








Pada suatu malam ketika hamba membaca Al-Quran di makam Rasulullah S.A.W. selepas membaca lalu hamba tertidur dalam tidur hamba bermimpi di datangi Rasulullah S.A.W. lalu bersabda kepada hamba dalam 60,000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun matinya dalam keadaan yang beriman.








a) Isteri tidak mendengar suami
b) Orang kaya tidak lagi bertimbang rasa kepada orang miskin
c) Orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan.
Oleh itu wahai Sheikh Ahmad hendaklah kamu menyebarkan kepada orang Islam yakni supaya membuat kebajikan kerana hari penghabisan (Qiamat) akan tiba di masa bintang terbit dari langit.  Sesudah itu pintu matahari akan turun di atas kepala.
Pesanan Hamba ini
a) BERSELAWATLAH kepada junjungan Nabi kita Muhammad S.A.W.
b) BERTAUBATLAH Dengan segera sementara pintu taubat masih terbuka.
c) BERSEMBAHYANGLAH Kamu sebelum kamu disembahyangkan
d) BERZAKATLAH Jangan tinggalkan
e) JANGAN MENDERHAKA KEPADA KEDUA IBU BAPA Hormatilah mereka.
f) MENUNAIKAN FARDU HAJI Bila berkemampuan.
UNTUK MAKLUMAT
1) Seorang saudagar dari Bombay telah menerima surat ini dan beliau telah mencetak sebanyak 20 salinan dan mengirimkan kepada orang lain.  Dia kemudiannya dianugerahi oleh Allah dengan mendapat keuntungan yang besar dalam perniagaannya.  Seorang hamba Allah telah menerima surat ini tetapi tidak mengindahkannya dan menganggap wasiat ini palsu.  Maka selang beberapa hari kemudian anaknya meninggal dunia.
2) Tan Sri Ghazali Jawi, Bekas Menteri Besar Perak secara tidak langsung dipecat dari jawatannya kerana apabila menerima wasiat ini beliau terlupa mencetak sebanyak 20 salinan untuk disebarkan kepada orang lain tetapi beliau tidak menyedari kesilapannya lalu beliau mencetak semula wasiat ini dan terus mengirimkannya kepada orang lain dan selang beberapa hari kemudian beliau telah dilantik menjadi Menteri Kabinet Perdana Menteri.
3. Pada tahun 1977 Tun Dato' Mustafa bekas Ketua Menteri Sabah menerima surat ini kemudian mengarahkan setiausahanya mencetak sebanyak 20 salinan dan menghantar kepada orang lain maka selang beberapa hari kemudian dia telah mendapat hadiah pertama dari loteri Kebajikan Masyarakat Timur.
4. Zulfikar Ali Bhuto telah menerima wasiat ini dan tidak percaya akan kebenarannya dan menganggap palsu lalu dibuangkan kedalam tong sampah.  Seminggu kemudian beliau telah dijatuhkan hukuman pancung sampai mati.
5. Di Terengganu, seorang pekerja bengkel kenderaan telah menerima wasiat ini dari pengirim yang tidak dikenali yang datangnya dari Perak.  Lalu beliau membuat cetakan sebanyak 20 salinan seperti yang dituntut.  Alhamdulillah dia dianugerahkan oleh Allah seorang gadis yang berakhlak mulia sepertimana yang dituntut oleh Islam.  Baginya  anugerah Allah ini paling agung dan tidak ada bandingnya.
6. Di Terengganu juga, seorang hamba Allah telah menerima wasiat ini dari orang yang tidak dikenali lalu beliau tidak mengindahkannya.  Beliau mengatakan yang ianya bohong belaka dan sengaja diada-adakan untuk menakut-nakutkan orang yang membacanya.  Beberapa hari kemudian dia telah mendapat penyakit yang ganjil dan penderitaannya amat menyedihkan.  Setelah 3 minggu mendapat rawatan rapi di hospital, penyakitnya masih disimpannya lalu menyuruh sepupunya mencetak 20 salinan dan diedarkan kepada orang lain.  Seminggu kemudian barulah beliau sembuh sehingga sekarang.
Banyak lagi contoh-contoh orang menerima wasiat ini dan tidak mempercayainya dan tidak mengedarkannya atau menyampaikannya kepada orang lain di mana mereka mendapat malapetaka.  Setelah  kejadian yang menggembirakan dan menakutkan ini, anda jangan lupa mencetak 20 salinan wasiat ini dan disebarkan kepada orang lain dalam masa 90 jam dari masa anda menerima wasiat ini anda akan memperolehi sesuatu dari ALLAH YANG MAHA ESA.
Bahagian 2: Fatwa Dr Yusof Qardhawi
WASIAT PALSU SYEKH AHMAD
Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN:

Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat dan setelah saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya. Karena itu, saya mohon kesediaan Ustaz untuk menjelaskan isi surat tersebut, apakah benar atau tidak.

Surat tersebut ditandatangani oleh seorang fa'il khair (pembuat kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad, juru kunci makam (kubur) Rasulullah saw., yang ditujukan kepada segenap kaum muslimin di dunia timur maupun barat. Juga berisi macam-macam nasihat.

Pada bagian akhir surat tersebut dikatakan, "Di Bombay terdapat seseorang yang memperbanyak surat tersebut dan membagi-bagikannya kepada tiga puluh orang, lalu Allah memberikannya rezeki sebanyak dua puluh lima ribu rupiah; ada pula yang membagi-bagikannya lalu ia mendapat rezeki dari Allah sebanyak enam ribu rupiah. Sebaliknya, ada pula orang yang mendustakan wasiat tersebut, sehingga anaknya
meninggal dunia pada hari itu."

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa orang yang telah memperoleh dan membaca wasiat itu tetapi tidak menyebarkannya kepada orang lain, akan ditimpa musibah
besar.

Bagaimanakah pendapat Ustaz mengenai masalah tersebut?
Apakah benar atau tidak?

JAWAPAN:

Memang ramai  orang yang bertanya tentang  wasiat tersebut. Dan sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Surat tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang
terkenal dengan sebutan Syekh Ahmad, juru kunci makam Rasulullah saw.

Untuk memastikan  kebenaran berita yang disampaikan dalam surat  tersebut, saya pernah menanyakan kepada orang-orang di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi mengenai orang yang disebut Syekh Ahmad itu beserta aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata tidak ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat yang menyedihkan itu telah tersebar luas  di negara-negara umat Islam.

Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi wasiat yang diasaskan  pada pendapat  Syeikh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat.

Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu mengikuti pendapat Syeikh Ahmad atau Syeikh Umar, karena Al Qur'an telah mengatakan dengan jelas:

"... boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat
waktunya." (Al Ahzab: 63)

Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:

"Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq 'alaih dari hadits Anas dan Sahl bin Sa'ad)

Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita sekarang sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang telah menyimpang dari agama. Masalah ini pun sebenarnya
tidak perlu mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita sudah mempunyai kitab Allah dan sunnah Rasul yang sudah memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah berfirman:

"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ..." (Al Maa'idah: 3)

Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah disempurnakan Allah ini masih memerlukan keterangan yang diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu, berarti dia
meragukan kesempurnaan dan kelengkapan Dinul Islam. Islam telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan wasiat apa pun.

Isi wasiat tersebut jelas memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut.
Sebab, pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia
pun (yang normal pikirannya), terhadap kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Al Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian
menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak, akan terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak,
akan tertimpa musibah.

Kalau Al Qur'an dan Sunnah Rasul saja tidak begitu, maka bagaimana dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini merupakan sesuatu yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di negeri ini dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat tersebut ia mendapat rezeki sekian puluh ribu ringgit. Semua itu merupakan khurafat dan penyesatan terhadap umat Islam dari jalan yang benar dan dari mengikuti Sunnah serta peraturan Allah terhadap alam semesta.

Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat seperti dalam wasiat itu adalah merupakan usaha untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.

Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw.
sebagaimana yang dikatakan oleh penulis surat  yang batil itu.

Sesungguhnya syafaat Nabi saw. juga diperuntukkan bagi umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah disebutkan dalam hadits-hadits sahih (dan tidak perlu bersumberkan pada wasiat melalui  mimpi; pent.) bahwa Rasulullah bersabda:

"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan ikhlas dan lubuk hatinya." (HR Bukhari)

Kami mohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga Ia berkenan menjadikan umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang lurus, serta melindungi mereka agar tidak mempercayai berbagai khurafat, khayalan, dan kebatilan.

-----------------------
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388
ISBN 979-561-276-X

Bahagian ketiga: Fatwa oleh Majlis Fatwa Kebangsaan 1978
KHURAFAT DAN BOLEH MENJATUHKAN MURTAD
Majlis Fatwa Kebangsaan 1978 mengesahkan surat ini ditulis oleh paderi-paderi biara Blessings of St Antonio, Texas, USA pada tahun 1974/75 untuk mengelirukan umat Islam. Penulis asal surat ini ialah mendiang Father Francis Jose de Villa, seorang paderi Katolik dari Argentina berketurunan Arab-Syria (bekas penganut Islam, nama asalnya Mohamed Elias Skanbeg). Dia pernah bertugas di Instituto Sacristo Convocione Reliogioso di Brindisi, Itali sebagai mubaligh Katolik antara tahun 1966-1968di bawah Cardinal Agostino Casaroli. Father de Villa meninggal dunia pada tahun 1980 di Texas dalam usia 54 tahun.
Menurut Allahyarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah antara tahun 1967- hingga 1979, tidak ada penjaga makam bernama Sheik Ahmad antara tahun 1881 hingga 1979. Penjaga makam di Madinah ialah:
  • Sayyed Turki Abu Mohamed Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisy (1881-meninggal dunia 1932),
  • anaknya Sayyed Hashim Abu Faisal Abdul Jalil Al-Hashimi Al-Quraisy (1932-meninggal dunia 1934),
  • adiknya Sayyed Abdul Karim Mutawwi Al-Hashimi Al-Quraisy (1934-bersara 1966) dan
  • anak saudaranya Sayyed Mohamed Raisuddin bin Mohamed bin Abdul Razaque Al- Hashimi Al-Quraisyi (1967-meninggal dunia 1979).
Bekas menteri besar Perak Allahyarham Tan Sri Mohamed Ghazali Jawi bertaubat dan mengucap kalimah syahadat sekali lagi di hadapan Kadi Daerah Kinta pada tahun 1976 setelah beliau mengaku pernah menerima dan mengirim surat ini kepada dua puluh orang kawannya. Peristiwa ini berlaku tidak lama sebelum beliau meninggal dunia. Bekas Kadi Daerah Kinta meminta beliau mengucap semula kerana bimbang beliau telah gugur syahadah (murtad).
Allahyarham Datuk Shafawi Mufti Selangor mengisytiharkan bagi pihak Majlis Fatwa Kebangsaan bahawa barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah "melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap sesiapa yang telahpun dikirimkan risalah ini". (Surat Keputusan Majlis Fatwa Kebangsaan Malaysia Bil.7/78/I).
Keputusan ini diiktiraf oleh Majlis Raja-raja Melayu dalam mesyuaratnya di Pekan pada 16 Oktober 1978, dipengerusikan oleh Almarhum Sultan Idris Shah, Perak.
Menurut Majlis Fatwa Kebangsaan 1978, menyebar surat ini "termasuk dalam menyekutukan Allah S.W.T. dengan syirik yang amat besar (shirk-i-kubra) serta mempermainkan Rasulullah S.A.W. serta menyebar dengan niat tidak baik kekeliruan dan muslihat di kalangan umat Islam.". Lagipun,"surat ini menggambarkan pembohongan yang amat besar terhadap junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W. serta ajaran baginda kerana menggambarkan SHEIK AHMAD sebagai perawi hadith sesudah kewafatan baginda".
Allahyarham Datuk Sheik-ul-Islam Mufti Kedah dalam Risalat Al-Aman 1983/Bil 8, surat ini "paling kurang menimbulkan syirik kecil dan murtad secara tidak sengaja terkeluar dari Islam, serta syirik yang besar jika sengaja maka taubatnya tidak sah melainkan dibuat dengan sesungguhnya. Adapun jika seseorang itu menyalin surat ini kepada umat Islam lain, jatuhlah hukum ke atasnya mentablighkan perkara syirik dan khurafat. Sesungguhnya ulamak sependapat perbuatan itu sungguh besar syiriknya dan boleh mengakibatkan murtad walaupun tanpa sadar si-pengirim."
Wassalam
ADNAN JUSUF SHARP SEMICONDUCTOR INDONESIA Production Control Section Karawang International Industrial City (KIIC) Lot F-3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km.47, Karawang 41361, Indonesia Phone : (021) 890-1512, (0267) 409-675, Global Phone : 8-057-103 Fax : (021) 890-1513, Global Fax : 60980 e-mail : adnan@ssi.global.sharp.co.jp

Sumber : darulkautsar.com

Tidak ada komentar: